Pada saat hendak menulis bagian, hati gw sakit banget, ud.. Kalau lu pernah membaca kata-kata di dalam puisi yang isinya adalah tentang :”hati gw tersayat, hati gw teriris, dll...”, itulah hal yang gw rasakan saat ini. Mau menangis tapi tak bisa, mau melupakan tapi tak sanggup, mau membencimu juga tak mungkin, mau mencintaimu juga bukan opsi, mau menganggapmu sebagai teman, pastinya sangat sulit bagiku bersamamu, tapi kutau hatimu sudah bukan milikku.. Apa yang harus kulakukan?
Tell me.....
Selama masa-masa pacaran itu, gw bener-bener berharap dari dalam hati gw, kalau kita bisa kek gitu terus. Tiba saatnya gw harus pergi ke luar kota, karena urusan pekerjaan, perginya tak tanggung-tanggung lagi, harus 6 bulan minimal, dan sebulan kita hanya bisa ketemu sekali... Tahukah dirimu? Begitu berat rasanya hatiku untuk meniggalkan mu... Ingatkah kau air mata yang muncul pada saat hendak berpisah denganmu? Itu bukan sekedar air mata “keberatan hati”, ada di dalamnya rasa sayang, rasa kawatir, rasa takut kehilangan, cinta dan harapan...
Gw masih ingat tanggalnya, tanggal 14 Juni 2010, terakhir kita bertemu seminggu sebelum kita berpisah. Di malam itu, gw masih ingat, dan gw telah berjanji padamu, wajahmu di malam itu, sebelum lu melepas gw pergi, akan gw ingat selamanya di dalam hati gw. Ya, gw masih ingat, hingga malam ini, pakaian yang kau pakai, pandangan matamu, air matamu, semuanya...tak akan pernah kulupa.
Tahukah dirimu? Di saat itu, satu hal yang membuat diriku tenang, adalah janji mu untuk menungguku hingga ku kembali. Ku tahu kalau kau bukan orang yang sembarangan umbar janji, makanya gw tenang di dalam janjimu...
Lu pergi ke kota Malang pada saat itu, kau memang bilang kalau kau gak ingin pergi, tapi, ud...gak mungkin gw mengiyakan usul mu, gw rela mengorbankan perasaan gw, biarlah gw sendiri aja yang merindumu di sini, tapi kau have fun di sana....
Minggunya, tgl 20 Juni 2010, tak bisa bertemu denganmu, karena kau ada di malang, gw ada di jakarta. Hari itu, kita hanya berhubungan lewat telepon, lu sempat komplain tentang ponakan yang sakit dan rewel. Lu juga pernah bercerita tentang taman hiburan di Malang, dan lu membeli kacamata :)
Senin, 29 November 2010
What my heart wants to say..
Ud, gak sanggup ku menahan rasa di hati ini...
Gw ingin bilang ke lu :”gw sayang lu, ud..., gak bisa segampang itu gw melupakan dirimu ud, seperti katamu...gw sayang padamu, lebih dari cinta...jgn paksa gw melupakan dirimu”
Gw tau, gw harus melupakan, tapi gw benar-benar gak sanggup, ud. seandainya saja gw bisa melupakan dirimu, maka tulisan ini tak akan pernah dibuat...
Gw ingin bilang ke lu banyak hal, tapi gw gak bisa, taukah dirimu betapa sakit dan susahnya menahan rasa sayang di hati? Jika kau tahu gimana rasa sakitnya menahan rasa suka kepada seseorang yang tak kesampaian, coba bayangkan dan pahami perasaan hatiku ini, betapa sakitnya dan tak sanggupnya gw untuk menahan rasa sayang gw ke lu...
Gw gk bisa bilang ke lu, karena gw takut...gw takut kalau nantinya yang ada hanyalah diam yang kau berikan, gw gak mau kalau harapan gw terbunuh lagi...gw gak sanggup, ud...
Hati gw hancur sekarang, gw memang masih masuk kantor seperti biasanya, nonton ke bioskop setiap hanya sekedar untuk melupakanmu. Tapi, tak bisa, bahkan selagi di dalam bioskop pun, hanya kau yang ada di benak gw....
Gw tau, gw gak mungkin bisa mengatakan hal ini secara langsung padamu...setidaknya tidak sekarang...maka kuputuskan untuk kutulis di sini saja, dengan harapan, suatu saat nanti, kau akan dapat mengetahui semua isi hatiku...
Gw ingin bilang ke lu :”gw sayang lu, ud..., gak bisa segampang itu gw melupakan dirimu ud, seperti katamu...gw sayang padamu, lebih dari cinta...jgn paksa gw melupakan dirimu”
Gw tau, gw harus melupakan, tapi gw benar-benar gak sanggup, ud. seandainya saja gw bisa melupakan dirimu, maka tulisan ini tak akan pernah dibuat...
Gw ingin bilang ke lu banyak hal, tapi gw gak bisa, taukah dirimu betapa sakit dan susahnya menahan rasa sayang di hati? Jika kau tahu gimana rasa sakitnya menahan rasa suka kepada seseorang yang tak kesampaian, coba bayangkan dan pahami perasaan hatiku ini, betapa sakitnya dan tak sanggupnya gw untuk menahan rasa sayang gw ke lu...
Gw gk bisa bilang ke lu, karena gw takut...gw takut kalau nantinya yang ada hanyalah diam yang kau berikan, gw gak mau kalau harapan gw terbunuh lagi...gw gak sanggup, ud...
Hati gw hancur sekarang, gw memang masih masuk kantor seperti biasanya, nonton ke bioskop setiap hanya sekedar untuk melupakanmu. Tapi, tak bisa, bahkan selagi di dalam bioskop pun, hanya kau yang ada di benak gw....
Gw tau, gw gak mungkin bisa mengatakan hal ini secara langsung padamu...setidaknya tidak sekarang...maka kuputuskan untuk kutulis di sini saja, dengan harapan, suatu saat nanti, kau akan dapat mengetahui semua isi hatiku...
Minggu, 28 November 2010
S.H.M.I.L.Y (2)
Masih ingat percakapan kita yang ini?
G: “Lu tau kan gw masih sayang sama lu?”
U: “iya”
G: “Tau dari mana?”
U: “Lu yang bilang”
G: “tau gak sedalam apa?”
U: “enggak, emank bisa diukur?”
Gw terdiam, memikirkan jawaban yang tak bisa kudapatkan.
G: “iya juga sih, hehe”
Sekarang ku tahu jawabnya.
I will tell you now.
Gw sayang sama lu, ud.. saking sayangnya, tak bisa ku melalui setiap hari tanpa berpikir tentang dirimu, apakah dirimu sudah makan / di luar / sudah pulang / kedinginan / sudah sembuh blm?
Begitu sayangnya diri gw padamu, sampai ku rela menjadi tempat lu mengadu, ku rela menjagamu seumur hidup gw, ku rela menemani mu di saat suka dan duka, tak akan pernah ku meninggalkanmu
Sedalam itulah cintaku padamu...
G: “Lu tau kan gw masih sayang sama lu?”
U: “iya”
G: “Tau dari mana?”
U: “Lu yang bilang”
G: “tau gak sedalam apa?”
U: “enggak, emank bisa diukur?”
Gw terdiam, memikirkan jawaban yang tak bisa kudapatkan.
G: “iya juga sih, hehe”
Sekarang ku tahu jawabnya.
I will tell you now.
Gw sayang sama lu, ud.. saking sayangnya, tak bisa ku melalui setiap hari tanpa berpikir tentang dirimu, apakah dirimu sudah makan / di luar / sudah pulang / kedinginan / sudah sembuh blm?
Begitu sayangnya diri gw padamu, sampai ku rela menjadi tempat lu mengadu, ku rela menjagamu seumur hidup gw, ku rela menemani mu di saat suka dan duka, tak akan pernah ku meninggalkanmu
Sedalam itulah cintaku padamu...
Our Story - Part IV - The Dating
The Dating
Minggu setelahnya, kita berjanji untuk bertemu di CL, tapi karena buswaynya bermasalah, kita mengganti tempat bertemu di TA. Hari itu, kau memakai baju “baby milo yang coklat tua itu, dengan jaket bergaris2 coklat putih”. Ya, image dirimu selalu gw simpan, tak peduli apapun yang kau pakai.
Itulah malam pertama kita makan bersama. Sushi Groove, semeja berdua. Gw yang selama ini tak suka wasabi, kau tunjukkan cara makan yang benar, dan sejak saat itu, ku jadi menyukai wasabi. Saat itu, kubertanya, gimana caranya biar gw bisa memeluk dan mencium mu lagi, dan kau menyarankan untuk ke tempat mu saja.
Hari pertama gw ke tempat mu, sangat canggung sekali, untuk bertemu dengan bokap dan nyokap lu, rasanya gw canggung sekali, tapi dirimu selalu ada untuk ku.. Dan sejak saat itu, kita selalu menghabiskan weekend berdua, selama 2 hari 2 malam. Jumat malam, Sabtu pagi dan malam, dan minggu pagi.
Tahukah dirimu, setiap kali akan berpisah dengan dirimu, pelukan dan ciuman darimu tak pernah cukup kurasa? Begitu tak ingin ku meninggalkanmu, makanya gw bersikeras untuk bertahan sampai malam. Tak tega ku memintamu untuk mengantar gw pulang, karena tempat tinggal kita yang berjauhan. I love you too much to see you get hurt.
(lagi2, air mataku harus menetes ketika menuliskan bagian ini)
You know me, right? Gw sangat sayang dan protektif *tapi bukan posesif* ke orang yang gw sayang. Mana mungkin gw tega memintamu mengantar kan dirimu, setelah itu pulang sendiri lagi di malam hari? Mana mungkin ku tega kau kedinginan oleh karena angin malam >.<
Ku terlalu mencintaimu untuk memintamu melakukan hal itu...
Itulah alasannya kenapa gw kadang suka marah dan kesel sendiri kalau lu lagi keluar, setelah itu kau tetap mengantar kan teman mu pulang dulu, baru lah kau sendiri pulang. Tak tega ku melihatmu jika kau sakit, tapi tak pernah kukatakan padamu, karena, kutau, tak mungkin lah aku ada di tengah antara kau dan temanmu.
Hari - hari kita, kita lalui dengan manis dan indah. Kadang di dapur, ketika kau mengambilkan nasi, kupeluk dirimu dari belakang. Pada saat ku mencuci piring, kau membalas memeluk ku dari belakang...
Masih ingatkah dirimu bagaimana kita makan takoyaki? Kerupuk atau bahkan 1 oreo dimakan berdua?
Haha, iya, saling nyuapin :)Kenangan-kenangan itu akan selalu kusimpan di dalam hatiku
Maafkan diriku ketika sedang bersamamu di luar, maafkan diriku yang tak mungkin bisa mempertontonkan rasa sayangku padamu di depan umum. Maafkan diriku yang tak pernah punya keberanian itu. Kini, kusadar begitu banyak kesalahan yang kulakukan...
Ku masih ingat, saat kutanya dirimu..
G: “Sayang gw gak?”
U: “Ya iyalah, dodol ah”
Di kesempatan lain
G: “lu sayang gw gak?”
U: “banget”
Di kesempatan lain lagi
G: “ i love you, honey”
U: “i love you, too”
Di kesempatan yang lain lagi
G: “Lu cinta sama gw gak?”
U: “Enggak”
G: “Lho? Jadi gitu? Selingkuh neh?”
U: “ Tega? Oh mau? Ya uda, sana sanaa”
G: “Gw gak bilang gw mau”
U: “Terus ngapain nanya?”
G: “jadi cinta gak?”
U: “iya, sayang”
G: “emank bedanya cinta sama sayang itu apa?
U: “ Cinta itu gampang dilupakan, sayang itu susah”
Tahukah dirimu, betapa kau membuatku menjadi pria yang paling bahagia di saat itu, bisa mendengarkan kalimat seperti itu dari dirimu, yang sifat dasarnya adalah cuek. Saat itu, ku tahu bahwa kau benar-benar sayang padaku, dan saat itu juga, sudah kuputuskan, ku akan mencintaimu selamanya...
Tahukah dirimu, ketika dirimu batuk selama beberapa bulan, mendengar dirimu dikerok, betapa sakit nya hatiku, ku menangis di hati (kubayangkan betapa sakitnya itu), tahukah dirimu ketika kau mengatakan bahwa semua sendi-sendimu itu sakit, ku menelepon nyokap gw untuk tau obatnya?
Tahukah dirimu, ku sangat mencintaimu...mungkin lebih dari apapun di dunia ini...
Hon, let’s try again, give us another chance, take my hand, fall in love with me again...
Izinkahlah diriku memeluk mesra dirimu setiap malam kita bersama, izinkanlah diriku memperhatikan dirimu saat kau tidur, dan izinkanlah diriku membisikkan “I love you, dan selamat pagi” padamu setiap kali kau bangun tidur..
Ku tak bisa menjanjikan apa-apa, ku hanya bisa berjanji kalau gw akan mencintaimu selamanya, ku akan selalu setia padamu, tak akan pernah gw meninggalkanmu, di manapun ku berada, ketahuilah, hati dan pikiranku selalu ada padamu.
Don't let me wait too long again, let us be happy together, let me take care of you, all my life, i mean it...
Don't care about what people say, let them have their opinion, but we alone live our lives.
You know, bahwa cinta kita itu tulus, jangan hanya karena 1 kata bosen menghancurkan semuanya....
Kata orang, cinta sejati tak akan lekang oleh waktu, hanya waktulah yang dapat menjawab. Jangan takut, ada gw di samping lu, kalau nantinya ada masalah di hubungan kita, gw yakin kita akan bisa menjalaninya dengan baik.
Jika kau berpikir mau dibawa ke mana hubungan ini lagi nantinya, jangan dipikirkan, biarlah waktu yang menjawab, kita baru bersama selama 7 bulan, dan selama ini bukankah kita bahagia? Jangan membiarkan masalah-masalah kecil menghancurkannya. Biarlah ku menjadi pria yang membuatmu tertawa dan tersenyum setiap hari.
Mengenai kekhawatiran akan masa depan, semua orang punya kekhawatirannya sendiri, tapi gw berjanji, apapun masalahnya, gw akan selalu ada untukmu, kita berdua akan mencari solusinya bersama-sama.
So, what do you say? take your time to decide, but please, baby, don’t let me wait too long, because i miss you already.
There is never a day that passes by without me thinking of you.
I am, still, waiting for you...
From the one who still love you
Minggu setelahnya, kita berjanji untuk bertemu di CL, tapi karena buswaynya bermasalah, kita mengganti tempat bertemu di TA. Hari itu, kau memakai baju “baby milo yang coklat tua itu, dengan jaket bergaris2 coklat putih”. Ya, image dirimu selalu gw simpan, tak peduli apapun yang kau pakai.
Itulah malam pertama kita makan bersama. Sushi Groove, semeja berdua. Gw yang selama ini tak suka wasabi, kau tunjukkan cara makan yang benar, dan sejak saat itu, ku jadi menyukai wasabi. Saat itu, kubertanya, gimana caranya biar gw bisa memeluk dan mencium mu lagi, dan kau menyarankan untuk ke tempat mu saja.
Hari pertama gw ke tempat mu, sangat canggung sekali, untuk bertemu dengan bokap dan nyokap lu, rasanya gw canggung sekali, tapi dirimu selalu ada untuk ku.. Dan sejak saat itu, kita selalu menghabiskan weekend berdua, selama 2 hari 2 malam. Jumat malam, Sabtu pagi dan malam, dan minggu pagi.
Tahukah dirimu, setiap kali akan berpisah dengan dirimu, pelukan dan ciuman darimu tak pernah cukup kurasa? Begitu tak ingin ku meninggalkanmu, makanya gw bersikeras untuk bertahan sampai malam. Tak tega ku memintamu untuk mengantar gw pulang, karena tempat tinggal kita yang berjauhan. I love you too much to see you get hurt.
(lagi2, air mataku harus menetes ketika menuliskan bagian ini)
You know me, right? Gw sangat sayang dan protektif *tapi bukan posesif* ke orang yang gw sayang. Mana mungkin gw tega memintamu mengantar kan dirimu, setelah itu pulang sendiri lagi di malam hari? Mana mungkin ku tega kau kedinginan oleh karena angin malam >.<
Ku terlalu mencintaimu untuk memintamu melakukan hal itu...
Itulah alasannya kenapa gw kadang suka marah dan kesel sendiri kalau lu lagi keluar, setelah itu kau tetap mengantar kan teman mu pulang dulu, baru lah kau sendiri pulang. Tak tega ku melihatmu jika kau sakit, tapi tak pernah kukatakan padamu, karena, kutau, tak mungkin lah aku ada di tengah antara kau dan temanmu.
Hari - hari kita, kita lalui dengan manis dan indah. Kadang di dapur, ketika kau mengambilkan nasi, kupeluk dirimu dari belakang. Pada saat ku mencuci piring, kau membalas memeluk ku dari belakang...
Masih ingatkah dirimu bagaimana kita makan takoyaki? Kerupuk atau bahkan 1 oreo dimakan berdua?
Haha, iya, saling nyuapin :)Kenangan-kenangan itu akan selalu kusimpan di dalam hatiku
Maafkan diriku ketika sedang bersamamu di luar, maafkan diriku yang tak mungkin bisa mempertontonkan rasa sayangku padamu di depan umum. Maafkan diriku yang tak pernah punya keberanian itu. Kini, kusadar begitu banyak kesalahan yang kulakukan...
Ku masih ingat, saat kutanya dirimu..
G: “Sayang gw gak?”
U: “Ya iyalah, dodol ah”
Di kesempatan lain
G: “lu sayang gw gak?”
U: “banget”
Di kesempatan lain lagi
G: “ i love you, honey”
U: “i love you, too”
Di kesempatan yang lain lagi
G: “Lu cinta sama gw gak?”
U: “Enggak”
G: “Lho? Jadi gitu? Selingkuh neh?”
U: “ Tega? Oh mau? Ya uda, sana sanaa”
G: “Gw gak bilang gw mau”
U: “Terus ngapain nanya?”
G: “jadi cinta gak?”
U: “iya, sayang”
G: “emank bedanya cinta sama sayang itu apa?
U: “ Cinta itu gampang dilupakan, sayang itu susah”
Tahukah dirimu, betapa kau membuatku menjadi pria yang paling bahagia di saat itu, bisa mendengarkan kalimat seperti itu dari dirimu, yang sifat dasarnya adalah cuek. Saat itu, ku tahu bahwa kau benar-benar sayang padaku, dan saat itu juga, sudah kuputuskan, ku akan mencintaimu selamanya...
Tahukah dirimu, ketika dirimu batuk selama beberapa bulan, mendengar dirimu dikerok, betapa sakit nya hatiku, ku menangis di hati (kubayangkan betapa sakitnya itu), tahukah dirimu ketika kau mengatakan bahwa semua sendi-sendimu itu sakit, ku menelepon nyokap gw untuk tau obatnya?
Tahukah dirimu, ku sangat mencintaimu...mungkin lebih dari apapun di dunia ini...
Hon, let’s try again, give us another chance, take my hand, fall in love with me again...
Izinkahlah diriku memeluk mesra dirimu setiap malam kita bersama, izinkanlah diriku memperhatikan dirimu saat kau tidur, dan izinkanlah diriku membisikkan “I love you, dan selamat pagi” padamu setiap kali kau bangun tidur..
Ku tak bisa menjanjikan apa-apa, ku hanya bisa berjanji kalau gw akan mencintaimu selamanya, ku akan selalu setia padamu, tak akan pernah gw meninggalkanmu, di manapun ku berada, ketahuilah, hati dan pikiranku selalu ada padamu.
Don't let me wait too long again, let us be happy together, let me take care of you, all my life, i mean it...
Don't care about what people say, let them have their opinion, but we alone live our lives.
You know, bahwa cinta kita itu tulus, jangan hanya karena 1 kata bosen menghancurkan semuanya....
Kata orang, cinta sejati tak akan lekang oleh waktu, hanya waktulah yang dapat menjawab. Jangan takut, ada gw di samping lu, kalau nantinya ada masalah di hubungan kita, gw yakin kita akan bisa menjalaninya dengan baik.
Jika kau berpikir mau dibawa ke mana hubungan ini lagi nantinya, jangan dipikirkan, biarlah waktu yang menjawab, kita baru bersama selama 7 bulan, dan selama ini bukankah kita bahagia? Jangan membiarkan masalah-masalah kecil menghancurkannya. Biarlah ku menjadi pria yang membuatmu tertawa dan tersenyum setiap hari.
Mengenai kekhawatiran akan masa depan, semua orang punya kekhawatirannya sendiri, tapi gw berjanji, apapun masalahnya, gw akan selalu ada untukmu, kita berdua akan mencari solusinya bersama-sama.
So, what do you say? take your time to decide, but please, baby, don’t let me wait too long, because i miss you already.
There is never a day that passes by without me thinking of you.
I am, still, waiting for you...
From the one who still love you
Our Story - Part III - The Next Days
Part 3 - The next days
28 Maret 2010
Sabtu pagi, kau pulang, ku lihat, baju mu begitu keringatan, maaf, membuat dirimu kepanasan...
Malamnya kau ingin datang, tapi karena hujan, kau tak jadi datang. Tapi akhirnya datang juga di jam 11 malam. Kau datang lagi, hanya untuk melihatku, masih dengan baju putih dan topi putihmu. Tahukan dirimu, betapa sempurnanya kau di mataku?
Ya, saat itu, ku sudah harus pindah, karena harus pindah ke dekat tempat kerja, yang menjadi dilema bagi diriku. Di satu sisi, ku takut kita tak bisa bertemu seperti biasa lagi, tapi kutak mungkin menghabiskan waktu 4 jam di jalan hanya untuk pergi dan pulang dari kantor.
(Sayangku, air mataku menetes lagi saat kutulis kisah ini, ku benar-benar merindumu, tapi apa yang bisa kulakukan, tak mungkin kukatakan padamu, kalau ku rindu padamu, tapi dirimu hanya diam tak bergeming, tak mungkin sanggup kukatakan itu dan menerima kenyataan pahit ini. Maka kuputuskan untuk menuliskan semua perasaan ku di sini, dan berharap, dan kutau, suatu hari nanti, ketika kau memutuskan untuk melihat apa yang kutulis di belakang tiket Hachiko itu, kau akan tahu semua perasaan gw yang gw pendam, semua rasa cinta dan kekecewaan yang pernah kurasakan...)
29 Maret 2010
Minggu. Hari ini, hari gw memindahkan semua barang gw ke tempat tinggal yang baru. Gw masih ingat, saat itu katanya di tempat lu hujan deras. Saat itu, gw blm tau lu tinggal di mana. Gw lagi makan sama paman gw di pluit sakti, yang ternyata sangat dekat dengan tempat lu tinggal. Wajar saja , di tempat mu juga hujan sangat deras.
Do you know? gw segitu cengengnya, sampai gw ada telp ke nyokap gw, gw blg :"kerjaan ini uda mengambil banyak hal dari gw, kebebasan, sekarang bahkan teman2 gw yang di binus mesti gw tinggalkan"
ya, itu memang benar, tapi alasan sebenarnya adalah, ku takut kalau tak bisa bertemu denganmu lagi, tapi kurasa dia tak perlu tahu itu
30 Maret 2010
Senin. Hari ini, tempat ku sudah kosong semuanya, harusnya gw uda pindah ke tempat baru, tapi karena ku masih ingin bertemu denganmu, ku bersikeras untuk tinggal sehari lagi di tempatku yang lama. Ku ingin melihatmu sekali lagi sebelum 1 minggu kita akan berpisah. Karena sejujurnya, pada saat itu, ku tak tahu bagaimana lagi akan bisa bertemu dengan mu, dan menjalani malam yang normal sebagaimana seorang pacar dengan mu. Karena ku tahu, kita tak mungkin bisa melakukan hal -hal tertentu di umum...
Malamnya, kau datang lagi, masih dengan baju putih dan topi putih. Yang ada di pikiranku saat itu hanyalah, betapa ku beruntung bisa mendapatkan cintamu.
Thank you for coming, hon....
28 Maret 2010
Sabtu pagi, kau pulang, ku lihat, baju mu begitu keringatan, maaf, membuat dirimu kepanasan...
Malamnya kau ingin datang, tapi karena hujan, kau tak jadi datang. Tapi akhirnya datang juga di jam 11 malam. Kau datang lagi, hanya untuk melihatku, masih dengan baju putih dan topi putihmu. Tahukan dirimu, betapa sempurnanya kau di mataku?
Ya, saat itu, ku sudah harus pindah, karena harus pindah ke dekat tempat kerja, yang menjadi dilema bagi diriku. Di satu sisi, ku takut kita tak bisa bertemu seperti biasa lagi, tapi kutak mungkin menghabiskan waktu 4 jam di jalan hanya untuk pergi dan pulang dari kantor.
(Sayangku, air mataku menetes lagi saat kutulis kisah ini, ku benar-benar merindumu, tapi apa yang bisa kulakukan, tak mungkin kukatakan padamu, kalau ku rindu padamu, tapi dirimu hanya diam tak bergeming, tak mungkin sanggup kukatakan itu dan menerima kenyataan pahit ini. Maka kuputuskan untuk menuliskan semua perasaan ku di sini, dan berharap, dan kutau, suatu hari nanti, ketika kau memutuskan untuk melihat apa yang kutulis di belakang tiket Hachiko itu, kau akan tahu semua perasaan gw yang gw pendam, semua rasa cinta dan kekecewaan yang pernah kurasakan...)
29 Maret 2010
Minggu. Hari ini, hari gw memindahkan semua barang gw ke tempat tinggal yang baru. Gw masih ingat, saat itu katanya di tempat lu hujan deras. Saat itu, gw blm tau lu tinggal di mana. Gw lagi makan sama paman gw di pluit sakti, yang ternyata sangat dekat dengan tempat lu tinggal. Wajar saja , di tempat mu juga hujan sangat deras.
Do you know? gw segitu cengengnya, sampai gw ada telp ke nyokap gw, gw blg :"kerjaan ini uda mengambil banyak hal dari gw, kebebasan, sekarang bahkan teman2 gw yang di binus mesti gw tinggalkan"
ya, itu memang benar, tapi alasan sebenarnya adalah, ku takut kalau tak bisa bertemu denganmu lagi, tapi kurasa dia tak perlu tahu itu
30 Maret 2010
Senin. Hari ini, tempat ku sudah kosong semuanya, harusnya gw uda pindah ke tempat baru, tapi karena ku masih ingin bertemu denganmu, ku bersikeras untuk tinggal sehari lagi di tempatku yang lama. Ku ingin melihatmu sekali lagi sebelum 1 minggu kita akan berpisah. Karena sejujurnya, pada saat itu, ku tak tahu bagaimana lagi akan bisa bertemu dengan mu, dan menjalani malam yang normal sebagaimana seorang pacar dengan mu. Karena ku tahu, kita tak mungkin bisa melakukan hal -hal tertentu di umum...
Malamnya, kau datang lagi, masih dengan baju putih dan topi putih. Yang ada di pikiranku saat itu hanyalah, betapa ku beruntung bisa mendapatkan cintamu.
Thank you for coming, hon....
Our Story - Part II - First Date
Part 2 - First Date - Hachiko
Kencan pertama, kita merencanakan akan menonton Hachiko di PI di jumat malam, hari pertama kita akan bertemu setelah 1 tahun lebih kenal.
Gw masih ingat status ym lu, 2 status ym lu yang selalu kuingat di hati, “I’m yours :D “ dan “ Duduk manis di sini menanti dirimu” status yg terakhir itu kau taruh pada saat hari jumat sore, hari di mana kita janji akan bertemu.
Gw masih ingat, minggu minggu pertama di saat kata suka sudah terucap, gw selalu senyum-senyum sendiri, dan lu sendiri juga ngaku kalau elu ngalamin hal yang sama, lu pernah bilang kalau nyokap bilang lu senyum-senyum sendiri kaya orang gila.. Hehe
Gw selalu menanti sms dan ym mu.
• Ingatkah gw pernah bilang jgn ym gw di kantor sebelum gw yang ym duluan hanya karena takut ada teman kantor yang melihat.
• Ingatkah dirimu kalau gak peduli di manapun, di busway, di kantor, selalu ada sms dari diriku yang membuat dirimu tersenyum, dan selalu ada sms dari dirimu yang membuat diriku tersenyum
(Susah juga nulis semua kenangan manis ini dengan rasa sakit hati, tapi akan kulanjutkan..)
Malam kencan pertama yang sudah lama kita tunggu akhirnya sampai juga. Maaf, karena salah memberi arah, kau malah menunggu di tempat yang terlewat sedikit. Maaf juga karena diriku telat bentar, ku tau kau tak suka menunggu.
Kencan pertama, di PI, nonton Hachiko, selama dalam perjalanan, kita banyak diam, pengen rasanya ku memeluk dirimu, tapi kuurungkan niatku, karena ku ingat kalimat mu “boleh2 saja, asal wajar di depan umum”. Takut ku-memeluk terlalu tak wajar...
Gw yang gak pernah ke PI, karena sering salah jalan, kau tuntun bahu ku dengan lembut saat hendak mencari jalan. Tahukah dirimu, betapa bergetarnya hatiku ketika kau lakukan itu? Mungkin kau tak pernah tahu, karena memang tak pernah kukatakan padamu.
Setelah nonton, kau membeli makanan yang kau suka, old chang kee. Tapi karena curry puffnya sudah abis, akhirnya kau membeli yang lain, squid kalau gk salah namanya. Kau membeli banyak, tapi ujungnya tak habis juga.
Malam kencan pertama, dilanjutkan di tempat gw. Begitu masuk ke dalam, kita berdua sangat canggung. Begitu hening, kasian dirimu yang kepanasan, tapi kau tahan juga.
(harus berhenti sebentar...hatiku ingin kau tahu, di saat ku menulis kisah ini, ku masih mencintaimu)
Akhirnya ku memulai percakapan, tidak lewat kata-kata, tapi lewat sms, kutunjukkan sms mu yang isinya “i want to hug you and kiss you”, gw blg “so?”
Kaw masih dengan senyum mu yang manis, dan masih canggung, meraih bahu gw, lalu kau cium dan kau peluk. Yes honey, that was my first kiss, and our first kiss. Sisanya, cukup kita berdua saja yang tahu...
Kencan pertama, kita merencanakan akan menonton Hachiko di PI di jumat malam, hari pertama kita akan bertemu setelah 1 tahun lebih kenal.
Gw masih ingat status ym lu, 2 status ym lu yang selalu kuingat di hati, “I’m yours :D “ dan “ Duduk manis di sini menanti dirimu” status yg terakhir itu kau taruh pada saat hari jumat sore, hari di mana kita janji akan bertemu.
Gw masih ingat, minggu minggu pertama di saat kata suka sudah terucap, gw selalu senyum-senyum sendiri, dan lu sendiri juga ngaku kalau elu ngalamin hal yang sama, lu pernah bilang kalau nyokap bilang lu senyum-senyum sendiri kaya orang gila.. Hehe
Gw selalu menanti sms dan ym mu.
• Ingatkah gw pernah bilang jgn ym gw di kantor sebelum gw yang ym duluan hanya karena takut ada teman kantor yang melihat.
• Ingatkah dirimu kalau gak peduli di manapun, di busway, di kantor, selalu ada sms dari diriku yang membuat dirimu tersenyum, dan selalu ada sms dari dirimu yang membuat diriku tersenyum
(Susah juga nulis semua kenangan manis ini dengan rasa sakit hati, tapi akan kulanjutkan..)
Malam kencan pertama yang sudah lama kita tunggu akhirnya sampai juga. Maaf, karena salah memberi arah, kau malah menunggu di tempat yang terlewat sedikit. Maaf juga karena diriku telat bentar, ku tau kau tak suka menunggu.
Kencan pertama, di PI, nonton Hachiko, selama dalam perjalanan, kita banyak diam, pengen rasanya ku memeluk dirimu, tapi kuurungkan niatku, karena ku ingat kalimat mu “boleh2 saja, asal wajar di depan umum”. Takut ku-memeluk terlalu tak wajar...
Gw yang gak pernah ke PI, karena sering salah jalan, kau tuntun bahu ku dengan lembut saat hendak mencari jalan. Tahukah dirimu, betapa bergetarnya hatiku ketika kau lakukan itu? Mungkin kau tak pernah tahu, karena memang tak pernah kukatakan padamu.
Setelah nonton, kau membeli makanan yang kau suka, old chang kee. Tapi karena curry puffnya sudah abis, akhirnya kau membeli yang lain, squid kalau gk salah namanya. Kau membeli banyak, tapi ujungnya tak habis juga.
Malam kencan pertama, dilanjutkan di tempat gw. Begitu masuk ke dalam, kita berdua sangat canggung. Begitu hening, kasian dirimu yang kepanasan, tapi kau tahan juga.
(harus berhenti sebentar...hatiku ingin kau tahu, di saat ku menulis kisah ini, ku masih mencintaimu)
Akhirnya ku memulai percakapan, tidak lewat kata-kata, tapi lewat sms, kutunjukkan sms mu yang isinya “i want to hug you and kiss you”, gw blg “so?”
Kaw masih dengan senyum mu yang manis, dan masih canggung, meraih bahu gw, lalu kau cium dan kau peluk. Yes honey, that was my first kiss, and our first kiss. Sisanya, cukup kita berdua saja yang tahu...
Our Story - Part I - The Beginnning
26 November 2010
Memori indah yang pernah kita punya bersama, yang kini berubah menyakitkan
Memori indah yang kutau harus kubuang suatu saat nanti.
Memori tanda cinta dan kesetiaan dari dua anak manusia
Yang pernah saling mencinta dan saling berjanji setia
The Beginning - The Story of how we met
Part 1 - Love is in the Air
(Nama sudah disamarkan, tempat dan waktu adalah benar)
Ku masih ingat, saat pertama kita saling jatuh cinta. Semuanya berawal dari dirimu yang berkata “say”, dan kubalas dengan “jangan gunakan kata itu padaku kalau memang tak niat, karena ku juga sedang merasakan hal yang sama padamu”.Haha, sudah sifat dan sikap gw itu, sok cool, padahal kadang bisa menjadi sangat sotoy dan plin plan.
Tapi, kau seakan tak peduli, selalu kau gunakan kata itu, you make me fall for u, diawali dengan rasa suka menjadi cinta. Ingatkah dirimu kapan kata suka terucap? :)
G : “lagi online di game?”
U: “iya, kenapa?
G: “oh, bisa online ym bntr? Ada yang mau gw blg?”
U: “iya, bentar ya”
G: (gw yang gk bisa nunggu akhirnya login ke game itu, gw whisp ke lu, gw blg) “I think, i like you” (lagi-lagi gw dengan sok coolnya, gw blg) “suka duank sih, hehe”
U: “i like you, too”
G: “gw online cm mau bilang itu sih, gw off dulu yah”
Gw log off dari game, dan saat itu, kita lanjutkan percakapan di ym, dengan gaya yang masih saja sok, gw masih bermain tarik ulur, sampai kukira dirimu bete. Saat itu juga, ku memutuskan untuk menelepon dirimu untuk pertama kalinya.
Beberapa kali kutelepon, tak ada yang angkat, sampai diriku panik sendiri. Pikirku “apa yang uda gw lakuin, kenapa gw malah bikin org yang gw suka ngambek sama gw, kenapa gw harus sok-sokan cm suka, jelas2 cinta”
Akhirnya setelah beberapa kali mencoba lagi, dirimu menjawab dari seberang sana, yang ternyata ketiduran. Haha, tak pernah kau tahu, betapa leganya hatiku.
Pertama kali mendengar suaramu, yang terpikir di hatiku adalah, ini anak suaranya manja juga. Yang di mana, suara inilah yang setiap hari menemani gw telepon, berbagi kisah, suka dan kesedihan selama 7 bulan ke depannya...
Di percakapan pertama kita, kau bertanya, mau dipanggil apa? Gw bilang terserah, kaw bilang sayang terlalu lazim, akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan kata “Honey”. Malamnya, ku tak bisa tidur...karena dirimu memenuhi pikiranku
Ku sms dirimu: “gak bisa tidur neh, gara2 lu, tanggung jawab gih”
Sms balasan: “ya, gmn caranya?”
Akhirnya tertidur juga...kalau gk salah pas jam 2 pagi, besoknya uda mesti kerja lagi, hehe
Paginya, tak seperti biasanya, kau bangun pagi, saat gw masih naik bus 91 sampai ke CL, ku sms dan kau balas. Kalau tidak salah, ada kerjaan untuk menjadi LO di GI yang mengharuskan lu bangun pagi. Yang kau bilang akan didandan menjadi “makhluk biru”, taukah dirimu kenapa tak pernah sekalipun ku meminta untuk melihat foto itu? Bukan karena ku tak mau, tapi karena kau sendiri bilang kalau kau gk suka akan tampang lu saat itu, makanya ku tak pernah meminta.
Memori indah yang pernah kita punya bersama, yang kini berubah menyakitkan
Memori indah yang kutau harus kubuang suatu saat nanti.
Memori tanda cinta dan kesetiaan dari dua anak manusia
Yang pernah saling mencinta dan saling berjanji setia
The Beginning - The Story of how we met
Part 1 - Love is in the Air
(Nama sudah disamarkan, tempat dan waktu adalah benar)
Ku masih ingat, saat pertama kita saling jatuh cinta. Semuanya berawal dari dirimu yang berkata “say”, dan kubalas dengan “jangan gunakan kata itu padaku kalau memang tak niat, karena ku juga sedang merasakan hal yang sama padamu”.Haha, sudah sifat dan sikap gw itu, sok cool, padahal kadang bisa menjadi sangat sotoy dan plin plan.
Tapi, kau seakan tak peduli, selalu kau gunakan kata itu, you make me fall for u, diawali dengan rasa suka menjadi cinta. Ingatkah dirimu kapan kata suka terucap? :)
G : “lagi online di game?”
U: “iya, kenapa?
G: “oh, bisa online ym bntr? Ada yang mau gw blg?”
U: “iya, bentar ya”
G: (gw yang gk bisa nunggu akhirnya login ke game itu, gw whisp ke lu, gw blg) “I think, i like you” (lagi-lagi gw dengan sok coolnya, gw blg) “suka duank sih, hehe”
U: “i like you, too”
G: “gw online cm mau bilang itu sih, gw off dulu yah”
Gw log off dari game, dan saat itu, kita lanjutkan percakapan di ym, dengan gaya yang masih saja sok, gw masih bermain tarik ulur, sampai kukira dirimu bete. Saat itu juga, ku memutuskan untuk menelepon dirimu untuk pertama kalinya.
Beberapa kali kutelepon, tak ada yang angkat, sampai diriku panik sendiri. Pikirku “apa yang uda gw lakuin, kenapa gw malah bikin org yang gw suka ngambek sama gw, kenapa gw harus sok-sokan cm suka, jelas2 cinta”
Akhirnya setelah beberapa kali mencoba lagi, dirimu menjawab dari seberang sana, yang ternyata ketiduran. Haha, tak pernah kau tahu, betapa leganya hatiku.
Pertama kali mendengar suaramu, yang terpikir di hatiku adalah, ini anak suaranya manja juga. Yang di mana, suara inilah yang setiap hari menemani gw telepon, berbagi kisah, suka dan kesedihan selama 7 bulan ke depannya...
Di percakapan pertama kita, kau bertanya, mau dipanggil apa? Gw bilang terserah, kaw bilang sayang terlalu lazim, akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan kata “Honey”. Malamnya, ku tak bisa tidur...karena dirimu memenuhi pikiranku
Ku sms dirimu: “gak bisa tidur neh, gara2 lu, tanggung jawab gih”
Sms balasan: “ya, gmn caranya?”
Akhirnya tertidur juga...kalau gk salah pas jam 2 pagi, besoknya uda mesti kerja lagi, hehe
Paginya, tak seperti biasanya, kau bangun pagi, saat gw masih naik bus 91 sampai ke CL, ku sms dan kau balas. Kalau tidak salah, ada kerjaan untuk menjadi LO di GI yang mengharuskan lu bangun pagi. Yang kau bilang akan didandan menjadi “makhluk biru”, taukah dirimu kenapa tak pernah sekalipun ku meminta untuk melihat foto itu? Bukan karena ku tak mau, tapi karena kau sendiri bilang kalau kau gk suka akan tampang lu saat itu, makanya ku tak pernah meminta.
Langganan:
Postingan (Atom)